NEWS MAKERS,SPORTS,KULINER TRADISIONAL,KESEHATAN INFO DAN HIBURAN UNIK

klik selengkapnya

loading...

Search This Blog

antiadds

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Terbukti,4 Trik dan Tips Ampuh usir ketombe pada rambut



RICETRICK---Jika Anda penyuka warna hitam, memiliki kulit kepala yang berketombe bisa jadi adalah hal terakhir yang Anda inginkan. Serpihan ketombe yang akan nampak jelas di bahu saat Anda mengenakan warna hitam memang benar-benar bikin ilfil.
Sayangnya, kondisi kepala seseorang terkadang membuatnya susah untuk lepas dari ketombe. Namun bukan berarti tidak mungkin, selama Anda tahu trik jitu membasmi jamur kulit kepala ini.Melansir Women's Health, berikut empat cara ampuh basmi ketombe dari Diane Stevens, seorang penata rambut dari Nioxin Design Team:
1. Konsumsi vitamin
Stevens mengatakan, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, B, dan C bisa membantu memastikan kulit kepala Anda sehat. Nutrisi-nutrisi ini vital bagi sistem sirkulasi dan pertumbuhan sel. Mereka juga bisa membantu mendukung sistem imun, yang akan memerangi ketombe.
Untuk mendapatkan seluruh vitamin tadi, Anda bisa mencoba membuat smoothies dari campuran buah aprikot, sayuran hijau, dan stroberi.
2. Bersihkan sisir dan sikat
Seperti kuas makeup yang selalu Anda basuh agar terbebas dari kuman, hal yang sama juga harus Anda lakukan pada sisir dan sikat rambut. Hal ini sangat penting untuk menghindari rambut jadi berketombe.
Cuci sisir dan sikat rambut dalam air sabun setelah membersihkannya dari sisa-sisa rambut yang tertinggal. Setelahnya, basuh menggunakan air hangat yang sudah dicampur cuka selama setengah jam. Ulangi setiap dua atau tiga minggu.
3. Gunakan sampo yang mengandung obat
Zinc adalah kunci untuk menjauhkan ketombe dari kepala Anda. Mineral ini memiliki kandungan antibakteri yang bisa memperlambat munculnya kerak akibat perputaran sel.
Setelah memilih sampo yang mengandung zinc, keramaslah secara teratur. "Sampo ini bia melembutkan dan melembapkan kulit kepala, sambil memastikan rambut tetap sehat dan bersinar," ujar Stevens.
4. Kenali akal rambut Anda
Ketombe itu berbeda-beda, dan Anda tidak bisa membasminya dengan cara yang sama. Stevens mengatakan ada dua tipe ketombe: pityiaris capitis simplex dan pityriasis steatoides.
Jenis pertama adalah ketombe yang lebih tipis, lebih kering dan lebih gatal. Ketombe ini biasanya disebabkan oleh stres atau faktor lain seperti pola makan buruk dan tidak bisa menjaga kebersihan tubuh.
Tipe kedua adalah ketombe yang merupakan serpihan berminyak dan seolah dilapisi lilin yang tercampur dengan sebum dan membentuk kerak di kulit kepala. Stevens mengatakan, orang-orang dengan ketombe jenis kedua ini harus membasminya dengan bantuan dokter.(DSK/RM)

MASYARAKAT ATHEIS DUNIA TEMPATI PERINGKAT KETIGA TERBANYAK,SETELAH AGAMA KRISTEN DAN ISLAM


Ateis bukanlah sebuah agama, bukan pula sebuah sekte.
  Ia adalah sebuah sikap dari orang-orang yang memilih tidak beragama dan tidak percaya dengan tuhan. Yang menarik,   kelompok ini  umumnya adalah orang-orang terpelajar.  Dari sisi ekonomi, kebanyakan mereka dari keluarga mapam.
Dari tahun ke tahun jumlah masyarakat ateis semakin berkembang di dunia.   China adalah negara paling banyak memiliki masyarakat ateis.  Perkembangan ateis di  negeri tirai bamboo ini muncul karena sistem politik negara itu yang mendorong masyarakat melupakan agama. Karena itu bisa dikatakan ateis di China lahir secara alamiah karena pengondisian oleh negara, bukan lahir dari sebuah proses kontemplasi diri  yang menghasilkan keyakinan bahwa agama hanyalah sebagai sebuah budaya  yang mengusik kehidupan masyarakat.
Dalam sebuah lawatan ke China, saya pernah menanyakan masalah ateis ini kepada salah seorang rekan yang kebetulan bekerja sebagai wartawan lokal. 
“Mengapa Anda memilih Ateis?”
Jawabannya sederhana,  karena sejak kecil ia tidak pernah diperkenalkan dengan agama.  Orang tua dan lingkungannya juga  adalah orang-orang yang tidak peduli dengan agama. Selama bersekolah ia pun  tidak pernah diajarkan tentang agama. Karena itu ia tidak pernah paham agama.  Beranjak dewasa, baru ia sadar bahwa sikapnya itu adalah ateis. Kini ia sangat sibuk menjalani aktivitas sehari-hari sehingga ia merasa tidakmembutuhkan agama dalam hidupnya.
Pernyataan rekan ini menjadi bukti bahwa keberadaan ateis di China lebih didasari karena hidup mereka tidak pernah dekat dengan agama. Negara berperan menciptakan suasana ini karena  China  merupakan negara komunis terbesar di dunia, di mana agama dibendung untuk berkembang.  Hanya ada sebagian kecil masyarakat di sana memeluk agama, seperti Islam, Budha atau kristen. Dari 1,3 miliar penduduk negara itu,  lebih dari 80 persen memilih ateis.
Tidak adanya pembelajaran agama di sekolah dan di keluarga  membuat mayoritas rakyat China tidak mengerti tentang agama.  Ada beberapa di antara mereka yang sedikit percaya dengan tuhan, tapi merasa ragu karena  tidak bisa membuktikannya secara ilmiah. Selama ini mereka lebih banyak dicecoki dengan ilmu-ilmu ilmiah yang mendorong untuk berkarya dan bekerja lebih keras. Mereka didokrin untuk bisa menyelesaikan masalah sendiri tanpa perlu berdo’a atau mengharap ridho dari Sang Pencipta.
Penganut ateis di China sebenarnya lebih tepat dikatakan agnostik.  Menurut filsuf William L. Rowe,  defenisi  agnostik  adalah orang yang mendustakan atau meragukan keberadaan Tuhan. Sedangkan ateis adalah orang yang sama sekali tidak percaya dengan keberadaan tuhan. 
Boleh dikatakan agnostik dan ateis ini hanya beda tipis. Perbedaannya hanya pada landasan filosofis  saja. Karena itu tulisan saya mengenai fenomena ateis ini menyentuh pula komunitas agnostik. Saya tidak menyorot  perbedaan keduanya, tapi lebih melihatnya dalam satu frame, yakni kelompok masyarakat yang tidak percaya dengan agama dan Tuhan.
Berbeda dengan China, ateis yang berkembang di Amerika hadir karena proses transformasi pandangan masyarakatnya sendiri.  Komunitas ini kian berkembang karena  tidak adanya hambatan oleh negara. Kebebasan dalam menjalankan agama dan kebebasan untuk tidak beragama membuat ateis tumbuh pesat di Amerika.
Yang agak ekstrim adalah  Albania. Pemerintah di negara itu memandang agama hanyalah budaya luar yang mencoba mengusik budaya asli mereka. Itu sebabnya  di bawah Pemerintahan Presiden Albania Enver Honxha,  negara itu pernah menghapuskan semua agama dan membuat Albania menjadi negara ateis total. Banyak tempat-tempat ibadah yang dinasionalisasikan. Ulama serta para pemeluk agama lain ditangkapi, disiksa, dan dieksekusi. Semua pendeta Katholik Roma, termasuk kardinal, suster, dan biarawan diusir dari Albania pada 1946.
Republik Ceko, meski tidak seekstrim Albania, tapi dulunya pernah juga melarang agama berkembang di negara mereka. Setelah Uni Sovyet bubar,  perlahan-lahan warganya mulai membuka diri dengan agama,  tapi  dalam jumlah yang sedikit, sekitar 21 persen. Meski sekarang negara itu tidak lagi melarang perkembangan agama,  tapi warga tetap dilarang menyebarkan pemahaman agama mereka pada masyarakat ateis. Alasannya, karena pemikiran soal ketuhanan dianggap pandangan purba. Para ateis percaya  setiap masalah pasti ada usaha penyelesaian, dengan ketrampilan, kerja keras dan uang.  Bukan memohon dari keajaiban Tuhan.
Setelah China, boleh jadi Amerika adalah negara yang memiliki pertumbuhan ateis yang cukup besar. Bahkan penelitian Trinity College pada 2008 menyebutkan, perkembangan warga ateis sangat pesat dibanding agama apapun di Amerika.
Pada 1990 jumlah  masyarakat ateis di negera ini  hanya 8,2 persen.  Lima tahun kemudian meningkat menjadi 14,2 persen. Pada tahun 2008, angka itu sudah menyentuh 15 persen. Pada 2014 ini jumlah ateis di Amerika diperkirakan mendekati 20 persen. Ada kemungkinan dalam 10 tahun mendatang  bakal terjadi  "booming ateis” di negara ini.
Di Florida misalnya, dari hanya 5 orang atheis lima tahun lalu, sekarang berkembang  hingga mencapai lebih dari  700 orang.  Di beberapa negara bagian seperti South Carolina, jumlah para ateis bahkan berlipat menjadi tiga kalinya. Perkembangan ini tidak lepas dari usaha para pemercaya ateis yang  terus melakukan segala cara untuk merekrut pengikut baru  mereka lewat jaringan media sosial dan perangkat internet lainnya.   Kemajuan teknologi komunikasi memang menjadi salah satu factor pemicu mudahnya ateis berkembang di negara itu.
Awalnya hanya orang dewasa berusia di atas 32 tahun yang  berani mengaku ateis di Amerika. Tapi belakangan ini tidak sedikit anak di bawah usia 15 tahun yang  berani mengakui kalau ia adalah ateis. Yang mengejutkan, tidak sedikit pula para tokoh agama Kristen yang terang-terangan mengumumkan kepada public kalau ia merubah keyakinannya menjadi ateis.
Mike Aus, pendeta di wilayah Houston  menjadi pendeta pertama yang tampil di depan publik  mengumumkan keputusannya menjadi ateis. Pendeta Gereja Theophilus di Katy itu menyatakan hal itu dalam suatu acara televisi Minggu di MSNBC. Aus adalah seorang pendeta Lutheran yang telah berkhotbah di gereja selama hampir 20 tahun. Sekarang, ia justru mengatakan tidak lagi percaya kepada pesan-pesan yang telah dikhotbahkannya selama ini.
Dampak dari pernyataan Aus itu dirasakan oleh gereja- geraja di Amerika. Gerejanya sendiri  di Houston  yang beranggotakan sekitar 80 orang kemudian ditutup.  Para jemaatnya  mengaku kecewa dan menuding Aus telah menghancurkan hidup mereka.
Mike Aus bukan satu-satunya pendeta yang merubah keyakinannya soal tuhan. Ada ratusan pendeta lain di Amerika melakukan hal yang sama.  Para pendeta, pelayan dan pemimpin gereja yang tidak lagi percaya pada Tuhan itu kemudian membentuk kelompok pertemuan rahasia melalui situs clergyproject.com. Saat ini jumlah anggota kelompok itu mencapai 240 orang.  Beberapa di antaranya diduga masih  aktif melayani di gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan, meski mereka sendiri sesungguhnya tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.
Tidak hanya kalangan pendeta,  sejumlah politisi dan pengusaha di Amerika juga berani mengatakan kalau mereka ateis. Bahkan komunikasi ini memiliki jaringan di pemerintahan.  “Kami membangun hubungan esensial dengan Kongress, dan kami punya pintu yang sama ke Gedung Putih,” Ujar Sean Faircloth, Direktur Eksekutif Secular Coalition for America.
Fenomena ini yang kian meyakinkan banyak orang bahwa ateis akan terus meningkat di Amerika.  "Jika kecenderungan ini terus berlanjut, kemungkinan dalam dua dekade mendatang jumlah penganut ateis Amerika bisa mencapai seperempat dari penduduk negara itu, " kata Profesor Ryan Cragun dari University of Tampa yang pernah melakukan penelitian mengenai isu ini.
Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk lebih dari 301 juta. Menurut CIA Fact Book, sekitar 52 persen warga  negara itu  adalah Protestan, Katolik 24 persen, Mormon 2 persen, Yahudi  dan muslim masing-masing 1 persen, selainnya ateis dan agama lain. 
Beberapa orang percaya bahwa  perkembangan ateis di negara itu merupakan bentuk kemarahan kepada mantan presiden AS George W. Bush yang memiliki kebijakan beragam terhadap para pemeluk agama. Ada juga pandangan mengatakan kalau banjirnya buku-buku anti agama menjadi salah satu pemicu berkembangnya pemahaman ini di Amerika.  Jaringan internet yang  begitu luas menjadi alat pendorong utama  memperluas gerakan ini.
Yang menarik, temuan  Profesor Barry Kosmin peneliti Trinity College membuktikan hampir 70 persen paham ateis ini berkembang di kalangan laki-laki. Perempuan ternyata lebih religius daripada pria. Di bagian lain, survei Forum Agama dan Kehidupan Masyarakat Pew  menemukan kalau  para ateis memiliki nilai pengetahuan agama tertinggi. Jika rata-rata orang Amerika menjawab secara benar 16 dari 32 pertanyaan tentang ilmu agama, maka orang ateis memiliki nilai rata-rata 20,9. Penganut Yahudi sedikit di bawahnya, dengan nilai rata-rata 20,5.
Survei  Pew Forum on Religion and Public Life  pada awal 2013 bertajuk "The Global Religious Landscape”  juga menemukan bukti bahwa ateis telah berkembang pesat di berbagai belahan dunia. Jumlah penganut ateis diperkirakan mencapai  1,1 miliar.  China tetap merupakan negara dengan penduduk ateis terbesar, disusul Jepang, dan ketiga adalah Amerika Serikat.
Jumlah penganut agama Kristen masih tetap yang terbesar di dunia, mencapai 2,2 miliar orang atau sekitar 31,5 persen populasi dunia. Sebanyak  50 persen dari jumlah ini adalah penganut Katolik Roma, sisanya Protestan, Anglikan dan aliran-aliran non-denominasi lainnya. Pemeluk agama Islam menempati urutan kedua dengan jumlah 1,6 miliar atau 23 persen, di mana 90 persen di antaranya persennya adalah Sunni.
Menurut riset Pew, Islam bakal menjadi agama paling berkembang di dunia di masa depan.  Setelah Islam, ateis menjadi peham yang terus mendunia, terutama di negara-negara kaya. Penganut agama  Hindu dan Buddha menyusul di belakang mereka.
Pew juga memprediksi, agama yang perkembangan paling lambat di masa depan adalah Yahudi. Pemeluk Yahudi hanya 14 juta orang, atau 0,2 persen dari populasi dunia. Yahudi terbanyak ada di Israel, yang mencapai  40,5 persen dari populasi Yahudi di seluruh dunia(.penyunting oleh : dr.Darren kwan,P.hd)
Penulis sedang mengikuti fellowship tentang Toleransi dan Kebebasan Beragama di Massachusetts, Amerika Serikat.

TIPS DAN CARA MUDAH ALAMI MEMUTIHKAN GIGI YANG KUNING AGAR PUTIH BERSINAR

TIPS DAN CARA ALAMI MEMUTIHKAN GIGI YANG KUNING AGAR PUTIH BERSINAR
RICEMAGZ--Pada umumnya, penyebab utama gigi kuning disebabkan karena kebiasaan buruk seperti minum kopi, minum teh dan merokok namun jarang sikat gigi. Kandungan nikotin pada rokok, tannin pada teh dan kafein pada kopi adalah penyebab terbesar menguningnya gigi.
Memiliki gigi yang kuning tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Selain karena dapat mengurangi rasa percaya diri ketika berbicara dengan seseorang, gigi yang kuning tentu menandakan gigi kita tidak sehat. Untuk itu, diperlukan penanganan secepatnya untuk mengatasi hal ini.
Cara yang paling mudah dan cepat untuk mengatasi gigi yang kuning tentunya dengan datang ke dokter gigi dan membersihkan karang gigi. Namun sudah barang tentu, hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak murah.
Sebelum Anda memutuskan utuk datang ke dokter gigi, mungkin cara alami berikut bisa menjadi alternatif murah yang dapat Anda coba untuk mengembalikan warna gigi Anda menjadi putih bersih. Berikut adalah cara memutihkan gigi yang kuning secara alami oleh ricemagz.blogspot.com

Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

1. Menyikat Gigi
Menyikat gini secara rutin merupakan cara terbaik untuk menjaga gigi tetap putih bersih. Namun jika gigi sudah terlanjur menguning, diperlukan pasta gigi khusus.
2. Siwak
Siwak sudah sejak lama dikenal sebagai pembersih gigi jauh sebelum adanya pasta gigi. Memakai siwak atau miswak merupakan salah satu cara untuk memutihkan gigi.
3. Kulit Jeruk

kandungan vitamin C yang terkandung yang terkandung pada kulit jeruk dapat digunakan untuk memutihkan gigi. Cara penggunaannya cukup sederhana, cukup gosokkan kulit jeruk bagian dalam (yang berwarna putih) pada gigi. Lakukan secara teratur setiap hari dan gigi akan menjadi putih secara alami dan cepat.
4. Mengkonsumsi buah dan sayur
Mengkonsumsi buah-buahan dan juga bermanfaat sebagai bahan alami pemutih gigi
5. Baking soda
Baking soda juga dikenal mampu menghilangkan noda-noda yang terdapat pada lapisan gigi
6. Berhenti merokok
Anda seorang perokok? Jika iya, segera berhenti merokok karena kandungan nikotin pada asap rokok dapat menjadikan gigi Anda berwarna kuning
7. Biji pinang
Biji pinang juga menjadi salah satu bahan alami untuk memutihkan gigi. Cara penggunaannya yakni dengan cara membakar biji buah pinang hingga hangus lalu dihaluskan hingga lembut. Biji pinang yang sudah halus tersebut kemudian di gosokkan ke gigi menggunakan sabut pinang atau kain katun.
8. Susu dan yogurt
Kalsium yang terdapat pada susu dan yogurt selain bermanfaat untuk menguatkan gigi juga bermanfaat untuk memutihkan gigi.
Nah, itulah 8 cara memutihkan gigi yang kuning secara alami, jika cara diatas sudah Anda coba dan hasilnya tetap nihil, mungkin Anda bisa menggunakan produk pasta pemutih gigi. Produk pasta gigi pemutih biasanya sangat ampuh untuk mengembalikan warna putih alami gigi akibat merokok, bawaan lahir, dan penyebab lainnya.(rm)

GUNUNG AGUNG BALI ERUPSI,BEBERAPA NEGARA PEMASOK TURIS MANCANEGARA KELUARKAN TRAVEL WARNING

GEJOLAK ERUPSI MENINGKAT GUNUNG AGUNG DI BALI

BALI--Ribuan turis Australia yang berencana mengunjungi Bali menghadapi situasi sulit. Pasalnya, perjalanan mereka terancam batal usai Kementerian Luar Negeri Australia mengeluarkan travel warning. Kebijakan itu dikeluarkan setelah status Gunung Agung meningkat dari 'siaga' menjadi 'awas' pada Senin 25 September 2017.
Kedubes amerika serikat juga mengeluarkan peringatan perjalanan wisata bagi warganya yang hendak berkunjung ke Bali pasca penetapan status erupsi gunung agung
Langkah serupa dilakukan oleh Singapura. Pemerintah meminta warganya untuk menghindari perjalanan ke Bali.
Hal itu diungkapkan oleh Ministry of Foreign Affairs (MFA) dalam travel advisory yang dikeluarkan pada Sabtu 23 September.
"Adapun warga Singapura yang ada di Bali diminta untuk mengambil langkah waspada atas keselamatan pribadi dan menonitor perkembangan termasuk bersiap untuk evakuasi," tulis pernyataan itu.

Gunung Agung terletak di Kabupaten Karangasem, sekitar 75 kilometer dari Kuta.
Dengan meningkatnya status ke Level IV atau tertinggi, sejumlah tempat wisata yang dilewati radius 12 km ditutup, di antaranya adalah Pura Besakih.
Menurut Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa di Pos Pemantauan Gunungapi Agung, Kecamatan Rendang, penduduk di sekitar Pura Besakih juga sudah mengungsi. Pasalnya, objek wisata religi itu masuk dalam zona merah Gunung Agung.
"Sebenarnya kalau di radius itu (Pura Besakih) tak boleh ada kegiatan, wisatawan tidak boleh masuk. Risikonya tinggi. Mulai pagi ini, wisatawan tidak boleh masuk. Untuk aktivitas sembahyang di Pura Besakih karena ditutup ya, tidak bisa. Sembahyang di tempat pengungsian juga bisa," ucapnya.
Pakar vulkanologi, Surono menjelaskan bahwa karakter letusan Gunung Agung tidak pernah kecil. Bahkan, kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini, letusan Gunung Agung akan lebih besar dari letusan Gunung Merapi pada tahun 2010.
"Karakter Gunung Agung letusannya tidak pernah kecil. Paling tidak, lebih besar dari Merapi tahun 2010," kata Surono di Karangasem, Bali, Sabtu lalu.
Surono menambahkan, Gunung Agung juga akan memuntahkan material yang lebih besar dari Gunung Merapi.‎ "Kalau lebih besar (dari Gunung Merapi), maka (muntahan material) lebih besar dari 150 juta meter kubik (yang dimuntahkan Merapi)," dia mengungkapkan.
Hingga kini, warga sudah membludak di pos-pos pengungsian. Mereka mengungsi sejak status Gunung Agung dinaikkan levelnya menjadi awas.(FM/RM)
Back To Top